Minggu, 25 Januari 2009

Karya Ilmiah

Pembelajaran Pengayaan
Kontribusi Dari gita
Sunday, 14 September 2008
Pemutakhiran Terakhir Sunday, 14 September 2008
Pembelajaran Pengayaan I. PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Dalam kegiatan pembelajaran tidak jarang dijumpai adanya peserta didik yang lebih cepat dalam mencapai standar
kompetensi, kompetensi dasar dan penguasaan materi pelajaran yang telah ditentukan. Peserta didik kelompok ini tidak
mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran maupun mengerjakan tugas-tugas atau latihan dan
menyelesaikan soal-soal ulangan sebagai indikator penguasaan kompetensi. Peserta didik yang telah mencapai
kompetensi lebih cepat dari peserta didik lain dapat mengembangkan dan memperdalam kecakapannya secara optimal
melalui pembelajaran pengayaan. Untuk keperluan pemberian pembelajaran pengayaan perlu dipilih strategi dan
langkah-langkah yang tepat setelah terlebih dahulu dilakukan identifikasi terhadap potensi lebih yang dimiliki peserta
didik. Sehubungan dengan hal-hal tersebut, sekolah perlu menyusun rencana sistematis pemberian pembelajaran
pengayaan untuk membantu perkembangan potensi peserta didik secara optimal.
- Tujuan
Panduan pembelajaran pengayaan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai pengayaan dan
membantu guru mengembangkan pembelajaran pengayaan
- Ruang Lingkup
Ruang lingkup panduan ini, menyajikan latar belakang dan tujuan penyusunan panduan pembelajaran pengayaan,
hakikat pembelajaran pengayaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pengayaan.
II. PEMBELAJARAN PENGAYAAN
A. Pembelajaran Menurut Standar Nasional Pendidikan
Standar nasional pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan
bangsa dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut,
Peraturan Pemerintah nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan menetapkan 8 standar yang harus
dipenuhi dalam melaksanakan pendidikan. Kedelapan standar dimaksud meliputi standar isi, standar proses, standar
kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan,
standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut,
kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik setelah melaksanakan kegiatan pembelajaran ditetapkan dalam
standar isi dan standar kompetensi lulusan. Standar isi (SI) memuat standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar
(KD) yang harus dikuasai peserta didik dalam mempelajari mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi lulusan (SKL)
berisikan kompetensi yang harus dikuasai peserta didik pada setiap satuan pendidikan. Sementara berkenaan dengan
materi yang harus dipelajari, disajikan dalam silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang
dikembangkan oleh guru. Menurut pasal 6 PP. 19 Th. 2005, terdapat 5 kelompok mata pelajaran yang harus dipelajari
peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah untuk jenis pendidikan umum, kejuruan, dan khusus.
Kelima kelompok mata pelajaran tersebut meliputi: agama dan akhlak mulia; kewarganegaraan dan kepribadian; ilmu
pengetahuan dan teknologi; estetika; jasmani, olah raga, dan kesehatan. Dalam rangka membantu peserta didik
mencapai standar isi dan standar kompetensi lulusan, pelaksanaan atau proses pembelajaran perlu diusahakan agar
interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan
kesempatan yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan
fisik serta psikologis peserta didik. Untuk mencapai tujuan dan prinsip-prinsip pembelajaran tersebut tidak jarang
dijumpai adanya peserta didik yang memerlukan tantangan berlebih untuk mengoptimalkan perkembangan prakarsa,
kreativitas, partisipasi, kemandirian, minat, bakat, keterampilan fisik, dsb. Untuk mengantisipasi potensi lebih yang
dimiliki peserta didik tersebut, setiap satuan pendidikan perlu menyelenggarakan program pembelajaran pengayaan.
B. Hakikat Pembelajaran Pengayaan Secara umum pengayaan dapat diartikan sebagai pengalaman atau kegiatan
peserta didik yang melampaui persyaratan minimal yang ditentukan oleh kurikulum dan tidak semua peserta didik dapat
melakukannya.
Untuk memahami pengertian program pembelajaran pengayaan, terlebih dahulu perlu diperhatikan bahwa Kurikulum
Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yang berlaku berdasar Permendiknas 22, 23, dan 24 Tahun 2006 pada dasarnya
menganut sistem pembelajaran berbasis kompetensi, sistem pembelajaran tuntas, dan sistem pembelajaran yang
memperhatikan dan melayani perbedaan individual peserta didik. Sistem dimaksud ditandai dengan dirumuskannya
secara jelas standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang harus dikuasai peserta didik. Penguasaan SK
dan KD setiap peserta didik diukur dengan menggunakan sistem penilaian acuan kriteria (PAK). Jika seorang peserta
didik mencapai standar tertentu maka peserta didik tersebut dipandang telah mencapai ketuntasan. Dalam pelaksanaan
pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, lazimnya guru mengadakan penilaian awal untuk
mengetahui kemampuan peserta didik terhadap kompetensi atau materi yang akan dipelajari sebelum pembelajaran
LEMBAGA SENI BUDAYA TELUK BONE
http://www.telukbone.org Menggunakan Joomla! Generated: 1 October, 2008, 17:23
dimulai. Kemudian dilaksanakan pembelajaran dengan menggunakan berbagai strategi seperti ceramah, demonstrasi,
pembelajaran kolaboratif/kooperatif, inkuiri, diskoveri, dsb. Melengkapi strategi pembelajaran digunakan juga berbagai
media seperti media audio, video, dan audiovisual dalam berbagai format, mulai dari kaset audio, slide, video, komputer
multimedia, dsb. Di tengah pelaksanaan pembelajaran atau pada saat kegiatan pembelajaran sedang berlangsung,
diadakan penilaian proses dengan menggunakan berbagai teknik dan instrumen dengan tujuan untuk mengetahui
kemajuan belajar serta seberapa jauh penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang telah atau sedang
dipelajari. Penilaian proses juga digunakan untuk memperbaiki proses pembelajaran bila dijumpai hambatan-hambatan.
Pada akhir program pembelajaran, diadakan penilaian yang lebih formal berupa ulangan harian. Ulangan harian
dimaksudkan untuk menentukan tingkat pencapaian belajar, apakah seorang peserta didik gagal atau berhasil
mencapai tingkat penguasaan kompetensi tertentu. Penilaian akhir program ini dimaksudkan untuk menjawab
pertanyaan apakah peserta didik telah mencapai kompetensi (tingkat penguasaan) minimal atau ketuntasan belajar
seperti yang telah dirumuskan pada saat pembelajaran direncanakan. Jika ada peserta didik yang lebih mudah dan
cepat mencapai penguasaan kompetensi minimal yang ditetapkan, maka sekolah perlu memberikan perlakuan khusus
berupa program pembelajaran pengayaan. Pembelajaran pengayaan merupakan pembelajaran tambahan dengan
tujuan untuk memberikan kesempatan pembelajaran baru bagi peserta didik yang memiliki kelebihan sedemikain rupa
sehingga mereka dapat mengoptimalkan perkembangan minat, bakat, dan kecakapannya. Pembelajaran pengayaan
berupaya mengembangkan keterampilan berpikir, kreativitas, keterampilan memecahkan masalah, eksperimentasi,
inovasi, penemuan, keterampilan seni, keterampilan gerak, dsb. Pembelajaran pengayaan memberikan pelayanan
kepada peserta didik yang memiliki kecerdasan lebih dengan tantangan belajar yang lebih tinggi untuk membantu
mereka mencapai kapasitas optimal dalam belajarnya.
C. Jenis Pembelajaran Pengayaan Ada tiga jenis pembelajaran pengayaan, yaitu:
- Kegiatan eksploratori yang bersifat umum yang dirancang untuk disajikan kepada peserta didik. Sajian dimaksud
berupa peristiwa sejarah, buku, tokoh masyarakat, dsb, yang secara regular tidak tercakup dalam kurikulum.
- Keterampilan proses yang diperlukan oleh peserta didik agar berhasil dalam melakukan pendalaman dan
investigasi terhadap topik yang diminati dalam bentuk pembelajaran mandiri.
- Pemecahan masalah yang diberikan kepada peserta didik yang memiliki kemampuan belajar lebih tinggi berupa
pemecahan masalah nyata dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah atau pendekatan investigatif/
penelitian ilmiah.
Pemecahan masalah ditandai dengan: a. Identifikasi bidang permasalahan yang akan dikerjakan; b. Penentuan fokus
masalah/problem yang akan dipecahkan; c. Penggunaan berbagai sumber; d. Pengumpulan data menggunakan teknik
yang relevan; e. Analisis data; f. Penyimpulan hasil investigasi. Sekolah tertentu, khususnya yang memiliki peserta
didik lebih cepat belajar dibanding sekolah-sekolah pada umumnya, dapat menaikkan tuntutan kompetensi melebihi
standari isi. Misalnya sekolah-sekolah yang menginginkan memiliki keunggulan khusus.
III. PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PENGAYAAN
Pemberian pembelajaran pengayaan pada hakikatnya adalah pemberian bantuan bagi peserta didik yang memiliki
kemampuan lebih, baik dalam kecepatan maupun kualitas belajarnya. Agar pemberian pengayaan tepat sasaran maka
perlu ditempuh langkah-langkah sistematis, yaitu pertama mengidentifikasi kelebihan kemampuan peserta didik, dan
kedua memberikan perlakuan (treatment) pembelajaran pengayaan.
- Identifikasi Kelebihan Kemampuan Belajar
1. Tujuan
Identifikasi kemampuan berlebih peserta didik dimaksudkan untuk mengetahui jenis serta tingkat kelebihan belajar
peserta didik. Kelebihan kemampuan belajar itu antara lain meliputi:
- Belajar lebih cepat. Peserta didik yang memiliki kecepatan belajar tinggi ditandai dengan cepatnya penguasaan
kompetensi (SK/KD) mata pelajaran tertentu.
- Menyimpan informasi lebih mudah Peserta didik yang memiliki kemampuan menyimpan informasi lebih mudah,
akan memiliki banyak informasi yang tersimpan dalam memori/ ingatannya dan mudah diakses untuk digunakan.
- Keingintahuan yang tinggi Banyak bertanya dan menyelidiki merupakan tanda bahwa seorang peserta didik
memiliki hasrat ingin tahu yang tinggi.
- Berpikir mandiri. Peserta didik dengan kemampuan berpikir mandiri umumnya lebih menyukai tugas mandiri serta
mempunyai kapasitas sebagai pemimpin.
- Superior dalam berpikir abstrak. Peserta didik yang superior dalam berpikir abstrak umumnya menyukai kegiatan
pemecahan masalah.
- Memiliki banyak minat. Mudah termotivasi untuk meminati masalah baru dan berpartisipasi dalam banyak kegiatan.
LEMBAGA SENI BUDAYA TELUK BONE
http://www.telukbone.org Menggunakan Joomla! Generated: 1 October, 2008, 17:23
2. Teknik Teknik yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemampuan berlebih peserta didik dapat dilakukan
antara lain melalui : tes IQ, tes inventori, wawancara, pengamatan, dsb.
- Tes IQ (Intelligence Quotient) adalah tes yang digunakan untuk mengetahui tingkat kecerdasan peserta didik.
Dari tes ini dapat diketahui tingkat kemampuan spasial, interpersonal, musikal, intrapersonal, verbal,
logik/matematik, kinestetik, naturalistik, dsb.
- Tes inventori Tes inventori digunakan untuk menemukan dan mengumpulkan data mengenai bakat, minat, hobi,
kebiasaan belajar, dsb.
- Wawancara Wanwancara dilakukan dengan mengadakan interaksi lisan dengan peserta didik untuk menggali lebih
dalam mengenai program pengayaan yang diminati peserta didik.
- Pengamatan (observasi) Pengamatan dilakukan dengan jalan melihat secara cermat perilaku belajar peserta didik.
Dari pengamatan tersebut diharapkan dapat diketahui jenis maupun tingkat pengayaan yang perlu diprogramkan untuk
peserta didik.
B. Bentuk Pelaksanaan Pembelajaran Pengayaan Bentuk-bentuk pelaksanaan pembelajaran pengayaan dapat
dilakukan antara lain melalui:
1. Belajar Kelompok Sekelompok peserta didik yang memiliki minat tertentu diberikan pembelajaran bersama pada
jam-jam pelajaran sekolah biasa, sambil menunggu teman-temannya yang mengikuti pembelajaran remedial karena
belum mencapai ketuntasan.
2. Belajar mandiri. Secara mandiri peserta didik belajar mengenai sesuatu yang diminati.
3. Pembelajaran berbasis tema. Memadukan kurikulum di bawah tema besar sehingga peserta didik dapat
mempelajari hubungan antara berbagai disiplin ilmu. 4. Pemadatan kurikulum. Pemberian pembelajaran hanya untuk
kompetensi/materi yang belum diketahui peserta didik. Dengan demikian tersedia waktu bagi peserta didik untuk
memperoleh kompetensi/materi baru, atau bekerja dalam proyek secara mandiri sesuai dengan kapasitas maupun
kapabilitas masing-masing.
Perlu dijelaskan bahwa panduan penyelenggaraan pembelajaran pengayaan ini terutama terkait dengan kegiatan tatap
muka untuk jam-jam pelajaran sekolah biasa. Namun demikian kegiatan pembelajaran pengayaan dapat pula dikaitkan
dengan kegiatan tugas terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur. Sekolah dapat juga memfasilitasi peserta didik
dengan kelebihan kecerdasan dalam bentuk kegiatan pengembangan diri dengan spesifikasi pengayaan kompetensi
tertentu, misalnya untuk bidang sains. Pembelajaran seperti ini diselenggarakan untuk membantu peserta didik
mempersiapkan diri mengikuti kompetisi tingkat nasional maupun internasional seperti olimpiade internasional fisika,
kimia dan biologi. Sebagai bagian integral dari kegiatan pembelajaran, kegiatan pengayaan tidak lepas kaitannya
dengan penilaian. Penilaian hasil belajar kegiatan pengayaan, tentu tidak sama dengan kegiatan pembelajaran biasa,
tetapi cukup dalam bentuk portofolio, dan harus dihargai sebagai nilai tambah (lebih) dari peserta didik yang normal.
IV. PENUTUP
Peserta didik memiliki kemampuan dan karakteristik yang berbeda-beda. Sesuai dengan kemampuan dan karakteristik
yang berbeda-beda tersebut maka permasalahan yang dihadapi peserta didik pun berbeda-beda pula. Dalam
melaksanakan pembelajaran, pendidik perlu tanggap terhadap kesulitan yang dihadapi maupun kelebihan yang dimiliki
peserta didik.
Dalam rangka pelaksanaan pembelajaran berbasis kompetensi dan pembelajaran tuntas, peserta didik yang lebih
cepat mencapai kompetensi yang telah ditentukan perlu diberi pembelajaran pengayaan. Sebelum memberikan
pembelajaran pengayaan, terlebih dahulu pendidik perlu mengidentifikasi kelebihan-kelebihan yang dimiliki peserta
didik. Banyak teknik yang dapat digunakan, antara lain menggunakan tes, wawancara, pengamatan, dsb. Setelah
diketahui kelebihan yang dimiliki, peserta didik diberikan pembelajaran pengayaan. Bentuk pembelajaran pengayaan
misalnya pembelajaran kelompok, belajar mandiri, pembelajaran tematik, dan pemadatan
kurikulum.www.dikmenum.go.id
LEMBAGA SENI BUDAYA TELUK BONE
http://www.telukbone.org Menggunakan Joomla! Generated: 1 October, 2008, 17:23

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Karya Ilmiah

Contoh Makalah

PENILAIAN HASIL BELAJAR

1. Pengertian

Penilaian kelas adalah suatu proses pemberian pertimbangan atau harga atau nilai berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Kriteria-krtiteria tersebut telah disusun sedemikian rupa dengan memakai alat ukur sesuai dengan apa yang akan dinilai.

2. Tujuan Penilaian

Tujuan penilaian di kelas oleh ustazd hendaknya diarahkan minimal memiliki 4 tujuan sebagai berikut ( Chittenden ; 1991 )

a. Untuk Bahan Penelusuran yaitu untuk menelusuri agar proses pembelajaran kepada para santri tetap sesuai dengan rencana yang telah ditentukan, sehingga dapat tergambar proses pencapaian kompetensi oleh santri.

b. Untuk Bahan Pengecekan yaitu untuk mengecek apakah kelemahan dan kelebihan yang dialami para santri dalam proses pembelajaran, sehingga dapat diketahui apa yang telah dan yang belum dikuasai oleh siswa .

c. Untuk Bahan Pencarian yaitu untuk mencari dan menemukan hal-hal yang menyebabkan terjadinya kelemahan dan kesalahan dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini guru harus selalu menganalisis dan merefleksikan hasil penilaian kelas dan mencari hal-hal yang menyebabkan proses belajar mengajar tidak berjalan secara efektif.

d. Untuk Bahan Penyimpulan yaitu menyimpulkan apakah anak didik telah menguasai seluruh kompetensi yang telah ditetapkan kurikulum atau belum. Penyimpulan ini sangat penting dilakukan untuk dijadikan bahan laporan kepada pihak orang tua santri, pihak sekolah atau pihak lain yang memerlukan.

3. Fungsi Penilaian

Penilaian kelas yang telah disusun secara terencana dan sistematis oleh ustadz memili fungsi diantaranya :

a. Fungsi Motivasi yaitu penilaian yang dilakukan oleh ustadz di kelas dapat mendorong atau memotivasi santri untuk belajar. Seperti Latihan, tugas atau ulangan harian dan sebagainya.

b. Fungsi belajar tuntas yaitu penilaian di kelas harus diarahkan untuk memantau ketuntasan belajar siswa. Hal yang harus tertanam dalam diri seorang ustadz apakah para santri sudah menguasai kemampuan yang diharapkan atau belum ? Tindakan apa yang harus dilakukan agar santri akhirnya menguasai kompetensi tersebut ?

c. Fungsi sebagai Indikator Efektivitas Pembelajaran yaitu penilaian kelas dapat digunakan untuk melihat sejauh mana keberhasilan proses belajar mengajar .Kita mengatahui bahwa keberhasilan dalam proses belajar mengajaran tidak hanya melihat sisi kemampuan siswa juga mungkin saja kemampuan kita dalam pembelajaran. Dan untuk mengetahui hasil pembelajaran kita bisa melaksanakan penilaian baik jangka pendek ( Formatif ) atau beberapa periode pengajaran ( Sumatif ).

Tujuan penilaian formatif bukan untuk menentukan hasil bejar santri tetapi untuk perbaikan dalam proses pembejaran, sedangkan penilaian sumatif tujuan utamanya untuk menetapkan keberhasilan santri dalam penguasaan kompetensi.

4. Prinsip Penilaian Kelas

Agar proses penilaian dapat memeuhi tujuan dan fungsi, perlu diperhatikan prinsip-prinsip penilaian sebagaimana berikut ini :

a. Penilaian harus mengacu kepada Kemampuan. Materi yang tercakup dalam penilaian kelas harus terkait secara langsung dengan indikator pencapaian kompetensi , serta disesuaikan dengan tahapan materi yang telah diajarkan.

b. Penilaian harus berkelanjutan yaitu adanya kontinuitas dari pelaksanaan penilaian kelas tidak hanya satu kali saja, sehingga analisa hasil penilaian dapat merupakan data yang valid.

c. Penilaian harus Didaktis yaitu penilaian harus memiliki rancangan yang baik , meliputi isi, format, tata letak, tampilan agar santri senang menikmati kegiatan penilaian.

d. Penilaian harus menggali informasi yaitu harus dapat memberikan informasi yang cukup bagi ustadz untuk mengambil keputusan dan umpan balik, sehingga metoda, teknik dan alat penilaian dapat dibuat dengan baik.

e. Penilaian harus dapat melihat yang benar dan yang salah. Dalam hal ini seorang ustadz hendaknya melakukan analisis terhadap hasil penilaian dan kerja santri secara seksama untuk dapat melihat kesalahan umum yang terjadi pada santri sekaligus hal-hal yang positif yang ada pada santri.

5. Sasaran atau Objek Penilaian

Untuk memudahkan seorang ustadz menyusun alat evaluasi , maka perlu disusun sasaran pokok dari kegiatan penilaian, yaitu :

a. Tingkah laku santri yang meliputi : Sikap, minat, perhatian , keterampilan dan lain-lain.

b. Isi pendidikan yakni penguasaan bahan pelajaran yang diberikan ustadz

c. Proses pembelajaran itu sendiri

6. Jenis dan Alat Penilaian

Setelah sasaran pokok pokok sudah ditentukan, maka langkah selanjutnya adalah menetapkan alat penilaian yang pada umumnya dibedakan menjadi :

a. Tes ( Lisan , Tulisan atau Tindakan )

Tes adalah himpunan petanyaan yang harus dijawab, atau pernyataan – pernyataan yang harus dipilih / ditanggapi, atau tugas-tugas yang harus dilakukan oleh orang yang dites dengan tujuan untuk mengukur suatu aspek ( perilaku ) tertentu dari orang yang dites.

Tes lisan adalah kegiatan tes dimana soal dan jawaban yang diberikan santri dalam bentuk pertanyaan-pertanyaan lisan.

Tes tertulis adalah tes dimana soal dan jawaban yang diberikan kepada santri dalam bentuk bahan tulisan.

Tes tindakan adalah tes dimana soal yang diberikan kepada para santri yang jawabananya memerlukan tindakan.

b. Non Tes ( Observasi, wawancara, studi kasus, dll )

Observasi yaitu salah satu bentuk tes berupa pengamatan baik tingkah laku santri atau kemampuan santri.

Wawancara yaitu memberikan beberapa pertanyaan yang perlu dijawab secara langsung.

Studi Kasus yaitu mempelajari kejadian-kejadian yang dialami oleh santri.

7. Syarat-Syarat Menyusun Alat Penilaian

a. Tetapkan terlebih dahulu faktor apa yang akan dinilai

b. Tetapkan alat penilaian yang akan dipakai serta harus valid dan reliable ( Ketepatan dan ketetapan )

c. Pelaksanaan penilaian harus objektif artinya apa adanya tanpa ada rekayasa dalam penilaian.

d. Hasil penilaian yang diperoleh perlu ditindak lanjuti dengan kegiatan analisis hasil test.

e. Hendaknya mengandung unsur diagnosa yaitu untuk mengetahui kelemahan ustadz dalam pembelajaran dan siswa dalam belajar.

Selain syarat-syarat diatas perlu diperhatikan pula hal-hal dalam pelaksanaan penilaian yaitu :

1. Penilaian dilaksanakan secara kontinu

2. Dilaksanakan dalam tiga tahap ( pre tes, mid test dan post tes)

3. Tidak terfokus hanya dalam kelas saja tapi bisa juga dilaksanakan di luar kelas.

4. Selain tes bisa juga dengan non tes.

8. Menyusun Alat Penilaian

a. Tes Uraian ( Essay ) : Santri diminta untuk menjawab pertanyaan dengan uraian atau penjelasan dengan menggunakan kata-kata sendiri. Tes ini bisa dalam bentuk uraian bebas, dimana santri diminta menjawab dengan kata-kata sendiri maupun uraian terbatas yang menghendaki jawaban pasti.

b. Tes Objektif : Santri diminta untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan point-point jawaban telah disediakan oleh ustadz. Bentuk tes ini bisa berupa :

i) Benar atau salah

ii) Multiple Chois ( Pilihan ganda )

iii) Menjodohkan

iv) Tipe melengkapi yaitu berupa serangkaian kalimat dengan kalimat yang penting ditiadakan dan siswa diminta untuk mengisi kalimat yang ditiadakan tersebut .

9. Jenis-jenis pertanyaan yang dipakai

a. Berdasarkan maksudnya ( Pertanyaan permintaan, retorik, mengarahkan atau menuntun dan yang sifatnya menggali )

i) Contoh pertanyaan permintaan : Coba dapatkan kalian duduk dengan tenang, sehingga suara ibu dapat didengar oleh kalian ?

ii) Contoh pertanyaan retorik : Disini guru menjawab pertanyaan yang diajukannya sendiri : Tahukan kalian apa itu huruf syafawiyah ? Huruf syafawiyah itu adalah …………….( dijawab sendiri )

iii) Contoh pertanyaan mengarahkan : Pada pertemuan minggu yang lalu kita telah membicarakan sejarah Nabi Musa a.s. Coba Andi siapakah yang menjadi musuh utama Nabi Musa itu ?

iv) Contoh pertanyaan menggali : Setelah kita melihat karya- karya kalighrafi pada hari kemarin , bagaimana pendapatmu dari karya-karya tersebut ?

b. Menurut Taksonomi Bloom

i) Pertanyaan pengetahuan ( C1 ) yaitu pertanyaan yang mengharapkan jawaban yang sifatnya hafalan . Contoh : Siapak Ibu dari Nabi Muhammad s.a.w. ?

ii) Pertanyaan pemahaman ( C 2 ) yaitu pertanyaan dimana santri menjawab dengan kata-kata sendiri dari pengetahuan yang telah dikuasai. Contoh : Jelaskan mengapa pada waktu pertama kali Nabi berdakwah orang-orang kuraisy menolak ajaran Nabi ?

iii) Pertanyaan Penerapan ( C3 ) yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban tunggal dengan cara mengolah pengetahuan, iformasi, aturan-aturan, criteria-kriteriadn lain-lain yang pernah diterimanya. Contoh : Dari jenis-jenis huruf yang telah dibacakan tadi, manakah yang termasuk huruf Khalqiyyah ?

iv) Pertanyaan analisis ( C4 ) yaitu pertanyaan yang menuntut santri untuk menemukan jawaban dengan cara mengidentifikasi motif, mencari bukti-bukti dan menarik kesimpulan.

Mengidentifikasi motif , Contoh : Coba lihat tulisan huruf di papan tulis ini ! Dimana letak perbedaan penulisan huruf Bad dan Ta ?

Mencari bukti-bukti , Contoh : Pada saat Nabi Muhammad berdakwah di Makkah banyak kaum Quraisy yang menolak dakwah Nabi tersebut. Coba, dapatkan Susi menunjukan bukti-buktinya ?

Menarik kesimpulan , Contoh : Setelah kita mempelajari Perang Khandaq, buatlah kesimpulan mengapa pada waktu itu Kaum Muslimin terdesak ?

v) Pertanyaan sitesis ( C5 ) yaitu pertanyaan yang menghendaki jawaban bervariatif ( tidak tunggal ) dan daya kreasi yang telah dia miliki. Jenis pertanyaan ini dapat menuntut santri untuk :

· Bisa membuat ramalan atau prediksi :Contoh : Menurut pendapat kamu, apa yang akan terjadi apabila umat Islam berpecah belah ?

· Memecahkan masalah dengan imajinasinya : Contoh : Bayangkan seolah-olah anda sedang shalat berjamaah. Jika Imam yang ada lupa dalam salah satu rukun shalat, apa yang akan anda lakukan ?

· Mencari komunikasi : Contoh : Susunlah karangan pendek yang menggambarkan sikap yang dimiliki seorang muslim dalam rangka memperkokoh rasa persaudaraan sesame muslim !

vi) Pertanyaan evaluasi ( C6 ) yaitu pertanyaan yang menhendaki santri untuk menjawab dengan cara memberikan penilaian atau pendapatnya terhadap suatu masalah yang ditampilkan . Contoh : Menurut pendapat kamu, manakah yang lebih baik untuk belajar dirumah, sore hari atau malam hari ? Berikan penjelasan !

c. Menurut Tingkat Kesukaran

i) Pertanyaan mudah

ii) Pertanyaan sedang

iii) Pertanyaan sukar

Sebagai catatan : Untuk menentukan apakah suatu soal dianggap mudah, sedang atau sukar kita harus melaksanakan analisa terlebih dahulu dari hasil tes yang dikerjakan oleh santri.

10. Teknis pengisian kisi-kisi soal

Supaya kita dapat menyusun soal dengan baik, terarah dan terukur maka persiapan yang harus dilakukan adalah menyusun kisi-kisi ( batasan-batasan ) dari soal tersebut .

a. Judul : Isi dengan mata pelajaran apa yang akan dibutkan soalnya, Kelas atau tingkat berapa, semester, tahun pelajaran dan waktu yang diperlukan untuk menjawab soal tersebut.

b. Standar Kompetensi / Kompetensi dasar : Diisi dengan melihat GBPP sesuai dengan pelajaran yang akan di tes kan.

c. Materi pembelajaran : Diisi dengan Bahasan dan sub bahasan .

d. Jumlah soal diisi dengan berapa soal yang akan dibuat untuk setiap indikator

e. Indikator diisi dengan bahan-bahan pertanyaan yang akan dijadikan tolok ukur, seperti : menyebutkan, menjelaskan, membandingkan, membedakan, mengemukakan, mengerjakan dan sebagainya.

f. Nomor soal diisi dengan nomor soal ke berapa dari indikator tersebut .

g. Aspek yang diukur disesuaikan dengan memperhatikan ( C1,C2,C3,C4,C5 atau C6 ) jika memungkinkan, dan jika tidak cukup sampai C3 saja.

h. Tentukan prosentase aspek yang diukur bisa C1 = 30 % , C2 = 50 % , C3 = 20 %, atau sesuaikan dengan kebutuhan.

i. Contoh kisi-kisi lihat lampiran .

11. Teknik Analisa Hasil Test

Daya pembeda dan tingkat kesukaran soal piliha ganda akan menentukan tinggi rendahnya kualitas soal yang dibuat. Daya pembeda dan tingkat kesukaran dapat dihitung melalui perhitungan koefisien korelasi anatara jawaban yang benar dari kelompok atas ( A ) dan jawaban yang benar dari kelompok bawah ( B ). Teknik ini dapat dilakuikan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a. Setelah lembar jawaban diperiksa, susunlah lembar jawaban tersebut dari yang memiliki skor hasil tertinggi sampai skor terendah.

b. Kelompokan lembar jawaban tersebut kedalam 3 kelompok, yaitu :

i) 27 % dari kelopok atas ( yang memiliki nilai besar )

ii) 27 % dari kelompok bawah ( yang memiliki nilai kecil )

iii) Sisanya disihkan.

c. Masukan jawaban yang benar dari kelompok atas untuk tiap butir soal ke dalam baris BA dan jawaban yang benar dari kelompok bawah ke kolom BB, selanjutnya hitungkah indeks Daya Pembeda ( DP ) dan Tingkat Kesukaran ( TK ).

Indeks DP = 2( BA - BB )/n n = jumlah kelomok bawah dan kelompok atas.

Indeks TK = ( BA + BB )/n

d. Tetapkan kualifikasi pokok uji untuk :

i) Kualifikasi daya pembeda

0,40 ke atas = baik

0,21 s.d. 0.39 = kurang baik

0, 20 kebawah = jelek

ii) Kualifikasi Tingkat Kesukaran

0,29 kebawah = sukar

0,30 s.d. 0,69 = sedang

0, 70 ke atas = mudah

e. Dari hasil perhitungan Daya Pembeda dan Tingkat Kesukaran kita harus menyimpulkannya supaya soal yang kita buat kualifikasinya dapat diketahui.

i) Untuk Daya Pembeda

(1) Soal yang memiliki kualifikasi baik dapat dipaki

(2) Soal yang memiliki kualifikasi kurang baik dapat dipakai tetapi direvisi terlebih dahulu

(3) Soal yang memiliki kualifikasi jelek dibuang saja atau tidak dipakai lagi.

ii) Untuk Tingkat Kesukaran

(1) 0,29 kebawah soal tersebut dikatagorikan sukar

(2) 0,70 keatas soal tersebut dikatagorikan mudal

(3) Sisanya adalah soal sedang

12. Contoh Analisa Butir Soal.

a. Pada satu kelas TPA paket A jumlah santri yang mengikuti tes sebanyak 30 santri. Urutkankanlah hasil pekerjaan santri dari yang memiliki nilai tertinggi sampai nilai terendah.

b. Kelompokan lembar jawab tersbut kedalam dua kelompok : Kelompok atas yaitu 27 % dari 30 santri = 8,1 dibulatkan 8 orang. Pisahkan yang memiliki nilai tertinggi 8 orang secara berurutan.

Dan untuk kelompok 27 % dari 30 santri = 8,1 orang dibulatkan 8 orang , pisahkan 8

orang yang memiliki nilai terandah dari bawah.Sisanya 14 orang disimpan saja .Jumlah

kelompok atas dan kelompok bawah ( 8 + 8 ) = 16 orang ( n ).

c. Masukan data jawaban yang benar untuk tiap nomor soal dari kelompok atas dan kelompok bawah kedalam format analisis butir soal.

d. Contoh : Untuk kelompok atas yang menjawab benar untuk soal no. 1 sebanyak 6 orang, dan untuk kelompok bawah yang menjawab benar untuk soal no.1 sebanyak 2 orang. Maka :

Daya Pembeda ( DP ) = 2 ( BA – BB )/n = 2 ( 6 – 2 )/16 = 0,5.

Tingkat Kesukaran ( TK ) = ( BA + BB ) / n = ( 6 + 2 )/ 16 = 0,5.

e. Tetapkan kualifikasi pokok uji dari hasil pengolahan .

i) Untuk soal nomor 1 memiliki nilai Daya Pembeda ( DP ) = 0,5 , berarti soal tersebut memiliki kualifikasi kurang baik/ direvisi.

ii) Untuk soal nomor 1 memiliki nilai tingkat kesukaran ( TK ) = 0,5, berarti soal tersbut memiliki kualifikasi sedang.

f. Membuat kesimpulan.

Dari hasil perhitungan yang telah dilakaukan maka untuk soal nomor 1 :

i) Ditinjau dari segi Daya Pembeda (DP) berkualifikasi Kurang baik atau perlu direvisi.

ii) Ditinjau dari segi Tingkat Kesukaran (TK) berkualifikasi sedang.

iii) Bearti soal tersebut dapat dipakai hanya perlu direvisi.

Format analisis butir soal lihat lampiran.


Beberapa Keterampilan Dasar Yang Perlu Dimiliki Oleh Seorang Ustadz

Untuk supaya proses pembelajaran berjalan baik dan sesuai dengan apa yang akan dicapai, maka seorang ustadz atau ustadzah perlu memiliki bebera keterampilan dasar, yaitu keterampilan minimal yang perlu dimiliki sehingga siap untuk melaksanakan proses pembelajaran; Adapun keterampilan minimal yang perlu dimiliki diantaranya :

1. Keterampilan membuat perencanaan pembelajaran. Ketrampilan ini meliputi : Penyusunan program tahunan, perhitungan minggu efektif, program semester , dan rencana pembelajaran ( RPP ), alat penilaian dll.

2. Keterampilan dalam pengelolaan kelas. Keterampilan ini meliputi : Penguasaan kelas, menertibkan kelas, menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.

3. Keterampilan dalam Penguasaan materi pembelajaran, yaitu terkuasainya bahan-bahan yang akan disampaikan dalam pembelajaran.

4. Keterampilan memberikan penguatan ( Reinforcement ) yaitu kemampuan memberikan penghargaan kepada santri untuk lebih memotivasi belajarnya sehingga terjadi perubahan kearah yang positif. Bentuk penguatan ini berupa :

a. Penguatan Verbal yaitu penghargaan berupa kata-kata seperti : bagus, baik , tepat atau hebat dll.

b. Penguatan Gestural yaitu yaitu penguatan berupa perubahan air muka , gerak wajah, gerakan tangan , senyum dll.

c. Penguatan dengan cara pendekatan , dimana Ustadz mendekati santri yang tulisannya bagus, menjawab pertanyaan dengan benar, atau duduk pada kelompok diskusi.

d. Penguatan dengan sentuhan seperti usapan kepala, menepuk pundak atau menggandeng tangan dll.

e. Penguatan dengan memberi kegiatan yang sifatnya menyenangkan, seperti menyuruh santri untuk membantu temannya bila dia telah selesai mengerjakan pekerjaannya lebih dahulu, atau disuruh memimpin suatu acara, dll.

5. Keterampiulan membuat pertanyaan . yaitu kemampuan untuk meminta respon dari pelajaran yang diberikan sesuai dengan aspek-aspek yang dikehendaki.

6. Kampilan membuat variasi , yaitu kemampuan untuk menemukan teknik atau kiat-kiat tertentu sehingga kebosanan atau kejenuhan dalam belajar dapat dihindari. Keterampilan ini dimaksudkan agar proses belajar santri menunjukan ketekunan, kantusiasan, ketulusan dan penuh perhatian.

7. Keterampilan membuka atau menutup pelajaran yaitu kemampuan untuk menciptakan suasana kesiapan mental santri dalam menerima pelajaran, dan atau kemampuan ustadz dalam mengakhiri pelajaran sehingga ada kesan dalam ingatan santri apa yang telah dipelajari.

Beberapa kiat dalam mengajar.

1. Tetapkan terlebih dahulu apa yang akan diajarkan hari ini dan materi apa yang akan diberikan.

2. Niatkan karena Allah semata agar menjadi ibadah

3. Tentukan apa yang hendak dicapai setelah proses pembelajaran

4. Tentukan teknik atau metoda yang akan dipakai dalam penyampaian informasi pelajaran kepada para santri, sesuaikan dengan materi dan keadaan.

5. Tetapkan alat penilaian untuk mengukur keberhasilan dan tingkat daya serap santri apakah dengan tes lisan, tulisan , sekala sikap, atau tindakan.

6. Setelah dilakukan penilaian , hasil penilaian tersebut diolah untuk dianalisa sehingga dapat diketahui pada hal apa terdapat kekurangan untuk yang akan datang diperbaiki.